Kamis, 29 September 2011

PITA 3

selama aku mencari, selama aku menanti
bayang-bayangmu di batas senja
matahari membakar rinduku
ku melayang terbang tinggi
bersama mega-mega, menembus dinding waktu
ku terbaring dan pejamkan mata
dalam hati ku panggil namamu
semoga saja kau dengar dan merasakan
getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata aku cinta padamu
peluhku berjatuhan, menikmati sentuhan
perasaan yang teramat dalam
telah kau bawa segala yang ku punya
rindu ini telah sekian lama terpendam
getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata yeah aku cinta
kepadamu ooh kepadamu ooh

(Agnes Monica - Rindu)

enak banget malem - malem gini selonjoran di atas kasur liat bintang dari jendela rumah dan ditemani dengan alunan lagu dari Agnes Monica. bau harum kasur ini memang tidak ada tandingan nya, rasa kangen banget sama suasa damai seperti ini. di ruang keluarga mama sedang mengajari adek cara membuat prakaria dari sedotan, papa di ruang tamu sedang berbincang - bincang lewat telephone dengan rekan bisnisnya dari singapore (anw sekarang papa sudah kembali bekerja, setelah hampir 10 tahun terakhir ini menganggur karena terkena PHK di perusahaan yang dulu, karena perusahaan papa yang dulu gulung tikar, selama 10 tahun ini mama yag menjadi tulang punggung keluarga, hati ku lega saat papa sudah kembali bekerja karena aku tidak harus melihat mama berkutip di dapur sendirian walo terkadang di bantu sama papa untuk mengerjakan pesanan - pesanan snack atau nasi kotakan. kini papa kembali bekerja menjadi Direktur salah satu perusahaan di kota kami tinggal) seneng banget sekarang suasana rumah sudah kembali normal, tidak ada lagi rasa awkward dan gelisah seperti dulu setiap harus ketemu sama temen, karena ekonomi keluarga kami yang kocar kacir, selama papa menganggur utang dengan bank bertebaran kemana mana, debt collector berseliweran hampir setiap bulan, bisnis kecil papa hancur, rumah di jual dan kita harus pindah rumah di rumah tipe SS, mobil dijual untuk menutup hutang, kakak harus bekerja ke Jakarta walau bertahan satu tahun saja, aku harus berjuang sekuat tenaga untuk melanjutkan kuliah ku. kaki jadi tangan, tangan menjadi kaki, hingga aku harus kuliah sambil menjadi guru les anak SD - SMP, dan aku harus berusaha sekuat tenaga untuk berlomba lomba mencari beasiswa istimewa yang di tawarankan oleh kampusku bersama abimanyu (abimanyu adalah sahabat semasa aku kuliah, selain 3 temanku di firm, dia seorang laki laki yang selalu mendukung ku dan dia selalu mensupportku, hingga dia bersedia meminjamkan motornya agar aku bisa menjadi guru les privat dari rumah ke rumah dan tak jarang dia mengantarkan aku ke rumah anak murid ku dikala hujan turun, abimanyu juga yang mensupportku untuk mengambil motor secara kredit, dia yang setiap bulan marah marah kalo pengeluaran ku di luar kendali).
Semua sekarang sudah terkendali, dan tidak ada rasa malu atau takut bila ada orang yang merendahkan keluarga ku. Hidup ini memang ada naik turunnya, dan aku yakin semua indah pada waktunya.



Don't you worry there my honey
We might not have any money
But we've got our love to pay the bills

Maybe I think you're cute and funny
Maybe I wanna do want bunnies do with you if you know what I mean

Oh lets get rich and buy our parents homes in the south of France
Lets get rich and give everybody nice sweaters and teach them how to dance
Lets get rich and build a house on a mountain making everybody look like ants
From way up there, you and I, you and I

Well you might be a bit confused
And you might be a little bit bruised
But baby how we spoon like no one else
So I will help you read those books
If you will soothe my worried looks
And we will put the lonesome on the shelf

Lets get rich and buy our parents homes in the south of France
Lets get rich and give everybody nice sweaters and teach them how to dance
Lets get rich and build a house on a mountain making everybody look like ants
From way up there, you and I, you and I

Lets get rich and buy our parents homes in the south of France
Lets get rich and give everybody nice sweaters and teach them how to dance
Lets get rich and build a house on a mountain making everybody look like ants
From way up there, you and I, you and I
(ingrid - You And I )
 
lagu ini bener bener mengiatkan aku dengan abimayu, dia memberikan lagu ini ketika aku putus asa, ketika aku malu akan keluarga ku, ketika aku marah, ketika kecewa, ketika aku merasa diriku sangat rendah, ketika aku bercerita kalo aku malu dengan keluarga Hedi, dan aku takut keluargaku direndahkan oleh keluarga orang - orang yang mencoba mendekatiku. Tindakan yang sangan bodoh dan memalukan, kenapa aku bisa seperti itu yah, ngak abis pikir kalo inget itu semua.Dan hari ini aku kangen banget sama abnimanyu, dia lagi apa ya sekarang? udah lama banget aku ngak ketemu dengan abimanyu, setelah kepergianku ke Cambridge, abimanyu tak lagi muncul di dalam kehidupan ku.

24 September

Lets get rich and buy our parents homes in the south of France
Lets get rich and give everybody nice sweaters and teach them how to dance
Lets get rich and build a house on a mountain making everybody look like ants
From way up there, you and I, you and I (nada dering khusus kalo abimanyu menelphone)

sontak aku langsung berlari dari dapur untuk mengangkat telephone, karena aku tau itu adalah Abimanyu. dengan perasaaan yang antah brantah aku angkat telephone dari Abimanyu, OMG suara hangatnya membuat mulutku tak berdaya untuk mengatakan sesuatu

"Asalamuaalaikum bee"
"Asalamuaalaikum bee"
"bee, halo halo halo halo halo halo"
"halo ini bener nomer telephone 081-901012377 dengan nama pengguna Puspita Kusuma,anak dari Mochtar Kusuma?"

"hai abi, iya ini Pita. Gemana kabar kamu?" (dengan suara terbata akhirnya aku bisa juga mengatakan sesuatu itu, tak sanggup ku tahan air mata ini)

"huh, aku kirain aku salah sambung, bis nya kamu ngak ngomong apa apa sech. hai bee, gendut, semok, aku baik baiks saja bee, kamu sendiri bagaimana? cie cie yang bis balik dari Cambridge, dapet ilmu apa kamu disana? awas aja balik ngak bawa ilmu apa - apa. aku sempet tercengang saat mama crita kalo kamu akhirnya lolos ke Cambridge. aku yakin 1000 % kalo kamu itu cuman beruntung, apalagi kepandaianmu dalam berbahasa inggriskan minus,, hahahahaha"

"sial aja ngatain gitu, ngak kale. aku bisa lolos kesana karena aku itu memang pintar. Universitas terbaik kali bi, ngak mungkin kalo mahasiswi yang biasa biasa aja yang masuk sana, dan karena aku adalah mahasiswa yang luar biasa makanya aku bisa lulus dari sana."

"hahahahahaha........ percaya aja lha, dari pada kamu ngambek, ntar kaya dulu lagi, ngambek minta di beliin es krim, mana suruh jalan kaki lagi, inget khan kejadian itu?"

"wah masih inget aja sech kamu"

hampir 1 jam aku berbincang bincang dengan Abimanyu, tapi itu kurang puas, karena rasa kangen ku dengan dia masih menceruak kepermukaan, belom bisa ilang, masih KANGEN BANGET!! sekarang Abimanyu tinggal di Indonesia Timur, setelah meneruskan kuliah di Australia dia kembali ke Indonesia dan mendirikan organisasi peduli anak bangsa. Sudah 1 tahun yayasan itu berdiri, dia berkeliling bersama teman teman nya untuk memberi pengajaran kepada anak - anak di pedalaman Indonesia Timur dan aku yakin banget dia mesti bakal terlihat sangat gelap, secara dulu saat kuliah dia sudah terlihat sangat gelap, apalagi sekarang. Dia memberiku kesempatan untuk bergabung bersama yayasannya untuk berkeliling memberantas kebodohan di Indonesia. Bukan kepalang senangnya aku mendengar kabar tersebut, rencananya November besok Abimanyu akan move dari Indonesia Timur ke daerah kepulauan kota Riau, dia ingin mencari anak - anak suku air, karena hidup mereka itu kesehariannya di atas perahu, oleh karena itu Abimayu ingin memberi sedikit ilmunya untuk anak - anak di suku air. Jangan sampe mereka tidak tahu siapa Presiden Indonesia, karena kurangnya informasi dan berita yang mereka dapat. Aku langsung berkata YES, ngak pake pikir panjang untuk satu hal itu. Selain memang misi ku untuk memberastas kebodohan, aku juga ingin bertemu Abimanyu yang sudah sekian lama tidak terlihat batang hidungnya. Ngak sabar aku menunggu bulan November

To be continue.....

Senin, 26 September 2011

PITA 2

"mom, aku pengen melanjutkan kuliah ku ke Cambridge University tahun depan?"

"what? are you sure honey? menurut hasil penelitian terbaru yang dilakukan lembaga pemeringkat universitas yang berbasis di Inggris, Quacquarelli Symonds (QS) World University Rangkings.  Cambridge adalah universitas yang terbaik lho, kamu beneran mau kesana? kamu harus berupaya keras untuk kesana."

"memang sech mom, nech aku lagi cari beasiswa untuk menuju kesana"


"sayang, mencari beasiswa di Cambridge itu bagaikan mencari jarum dalam jerami, dan jelas pasti saigannya bakal banyak sekali"


"tapi Pita yakin mom, pasti Pita bisa. dukung Pita donk mom, jangan malah membuat Pita jadi takut gitu"


"iya sayang, mama tetap akan mendukung semua keputusanmu, termasuk keputusanmu untuk menggalkan Hedi (akhirnya Pita memlilih untuk meninggalkan Hedi. Dia tidak terlalu bersemangat untuk menjalin hubungan dengan Hedi. Banyak faktor yang membuat Pita harus meninggalkan Hedi. Dia tidak terlalu suka menjalin suatu hubungan dalam satu atab, dan Hedi adalah consultant yang cukup intens berhubungan dengan kantor Pita. Selain itu Hedi ternyata bukanlah tipe cowok yang cocok untuk Pita, dan masih banyak faktor negative yang membuat Pita memilih untuk hanya berteman dengan Hedi)

Cita - cita dan mimpi itu beda tipis. Kita akan mendapatkannya bila kita berusaha dengan sekuat tenaga, karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin.

Setelah hampir 2 bulan mencari info mengenai Cambridge akhirnya Pita menemukan link untuk mendaftar beasiswa di Universitas terkemuka itu.

1. Beasiswa dari Cambridge Trusts
Cambridge Trusts terdiri dari 3 institusi: Gates Cambridge Trust, Cambridge Commonwealth Trust, dan Cambridge Overseas Trust. Bagi kita dari Indonesia cuman akan dimasukkan dalam Gates Cambridge dan Cambridge Overseas Trusts. Yang paling prestigious adalah Gates Cambridge Trust, dimana belum pernah ada orang Indonesia yang pernah meraihnya.  Ada salah satu anggota PPI Cambridge yang pernah sampai tahap interviewnya walaupun pada akhirnya dibantai :((. Tidak ada pendaftaran terpisah dengan pendaftaran untuk masuk universitas. (via : http://ppi-cambridge.pbworks.com)

2. Board of Graduate Studies menyediakan beberapa beasiswa yang cukup kompetitif.  Untuk beasiswa penuh yang bisa didaftar oleh orang Indonesia meliputi: Cambridge International Scholarship dan Dorothy Hodgkin Postgraduate Award. Sebagian besar tidak perlu mendaftar terpisah dari pendaftaran program study. Cukup mengindikasikan bahwa kita mau dimasukkan dalam financial aid. (via : http://ppi-cambridge.pbworks.com)

sepertinya memang bagaikan mencari jarum dalam guntukan jerami 5 truk, susahnya bukan main. Tapi Pita adalah seseorang yang sangat tidak pantang menyerah. Dia terus berusaha agar bisa mendapatkan beasiswa ke Universitas yang di idam idamkan oleh semua orang itu. 

Pita sudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa dari Cambridge, setelah kurang lebih 5 bulan dia menunggu pengumuman, akhirnya dia berhasil lolos ketahap pertama hingga tahap akhir yaitu interview. senang bukan kepalang saat akhirnya ada surat yang menyatakan bahwa dia ketrima di unversitas itu di Department Art and Humanities

Percaya diri, ingat bahwa rejeki itu datang dari Allah SWT, berjuang, dan pantang menyerah

Sudah lebih dari 2 tahun Pita meninggalkan Indonesia untuk menjemput mimpinya, banyak hal yang terjadi salam kehidupannya, awal awal perkuliahan sangat hangat, teman teman cukup bersahabat dengan Pita. Walaupun gejolak timbul tenggelam dalam diri Pita, tapi Pita mencoba untuk bertahan, dan setelah perjuangan panjang ini akhirnya Pita menyelesaikan juga kuliahnya di Cambridge. 

Untuk kampung kelahiranku.

Satu tahun setelah lulus dari Cambridge Pita tidak langsung pulang ke Indonesia, dia berkumpul dengan serikat pelajar Indonesia untuk lebih mengasah ilmunya. Awal tahun 2010 Pita kembali ke Indonesia dengan berjuta juta ilmu yang dia miliki. Dia mempunyai cita cita yang mulia, untuk membagi Ilmu kepada anak - anak kurang mampu di camp penampungan di daerah terpencil di Indonesia.

To be continue ....

Sabtu, 24 September 2011

AKU NAMAKAN HARI INI ADALAH HARI GAGAL


HARI INI, 24 September 2011
Jumat malem aku merencakan untuk tidur agak sorean, karena memang badan lagi ngak enak, selain itu aku juga pengen sabtu esok harinya tidur malas malasan di kamar. Paling tidak aku pengen bangun tidur jam 09 pagi lah, tapi ternyata gagal. Karena aku harus anter papa ke airport pagi jam 5, yah papa memang lebih suka pergi ke Jakarta naik pesawat paling pagi, dan hal tersebut mengganggu rencana sabtu pagi ku untuk bangun siang. Dalam perjalanan pulang bis anter papa ke airport aku melihat sekumpulan remaja lagi naik sepada, dan otak ku mulai beroprasi, mungkin asik kali yah, sampe rumah sepedaan. Ech tapi ternyata och ternyata, fixie adek lagi di benerin so gagal dech sepedaannya. Dan saya putuskan untuk melanjutkan tidur ku, tapi ternyata gagal juga, karena mama menyuruh anter ke pasar. Bis anterin mama ke pasar, pengen leyeh leyeh sambil baca novel,tapi liat jam koq udah nanggung yah, karena aku harus kerumah kakak, dan baca novel nya gagal dech. Waktu menunjukkan pukul 12 siang, aku berencana buat pergi lunch bareng ama someone. Aku bbm dia dan ternyata dia lebih milih buat have fun bareng ama temen – temennya, dan rencana makan siang bareng ku gagal dech. Trus aku putuskan buat lunch bareng ama sobat SMA, pas lagi hahahihi tiba tiba ada sms dari temen kampus, “Assalamualaikum defi, udah saya email yah tugasnya. Coba di cek dulu yah, dan tolong di kasih masukan. Dan di tambahi grafik yah. Terimakasih.” Karena kebetulan pas lagi jalan aku juga bawa laptop, so aku berencana buka tugas saat itu juga, tapi ternyata och ternyata aku lupa bawa modem dan rencana buka tugas plus ngopi manis aku ama sohib aku cuman sebentar dech, dan aku bilang gagal juga. Aku putusin buat balik kerumah buat ambil modem, karena hari ini aku bakal tidur dirumah kakak. Ngebut udah kaya si 46, set sana set sini biar ngak telat masuk kuliah, ech sampe kampus ternyata ada makrab dan lagi lagi ada kata gagal. Karena aku gagal kuliah hari ini, secara ada makrab mahasiswa baru. Aku coba bbm temen temen gaul biasanya karena hari ini Saturday, aku pengen kumpul bareng ama mereka, ngopi ngopi cantik di cafĂ© biasa. Tapi berhubung mereka sudah berkeluarga, so mereka spending time bareng ama keluarga kecil bahagia mereka, lagi lagi kata gagal itu muncul.

Selasa, 20 September 2011

ALHAMDULILLAH

tiba tiba saja rasa sesak itu datang. marah, sebel, jengkel berkecambuk menjadi satu. dimana kenyataan akan hidup menghuncammu satu persatu. rasa tidak bersyukur dengan apa yang ada saat ini. rasa marah datang ketika tiba - tiba kenyataan itu tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan, tapi ingat semua itu alur hidup yang memang harus di jalani, dan nanntinya akan menjadi sebuah cerita bahagia untuk masa depan. berakit rakit dahulu berang renang ketepian itu memang benar. buat sapapun juga itu yang sedang bermasalah dengan kehidupan, entah uang, entah cinta, entah apapun itu, ingat Allah SWT selalu akan membantumu. berdoalah pasti Allah akan mengkabulkan. Kufur nikmat tidak akan membuat semua menjadi baik, marah marah tidak akan membuat kamu semakin kaya. memang benar tidak ada yang bisa di beli oleh uang yaitu kebahagian, tapi apa pun itu butuh uang. tapi ingat lah Allah akan memberi rejeki bagi umatnya bila mereka bersyukur.Ingatlah Allah SWT yang membolak balikan kehidupan.Yang pasti BERSYUKUR lah dengan apa yang kamu dapat sekarang, karena sebenarnya banyak yang iri dengan apa yang telah kamu dapat sekarang. Selalu ucap Alhamdulliah atas karuni-Nya. SEMANGAT

Alhamdulillah

Album : Alhamdulillah
Munsyid : Opick



Bersujud kepada Allah
Bersyukur sepanjang waktu
Setiap nafasmu, seluruh hidupmu
Semoga diberkahi Allah

Bersabar taat pada Allah
Menjaga keikhlasannya
Semoga dirimu, semoga langkahmu
Diiringi oleh rahmatNya
Setiap nafasmu, seluruh hidupmu
Semoga diberkahi Allah

Alhamdulillah wasyukurilah
Besyukur padamu ya Allah
Kau jadikan kami saudara
Indah dalam kebersamaan

Bersujud kepada Allah
Bersyukur sepanjang waktu
Setiap nafasmu, seluruh hidupmu
Semoga diberkahi Allah
Semoga dirimu semoga langkahmu
Diriringi oleh rahmatnya

Alhamdulillah wasyukurilah
Besyukur padamu ya Allah
Kau jadikan kami saudara
Indah dalam kebersamaan

Alhamdulillah wasyukurilah
Besyukur padamu ya Allah
Kau jadikan kami saudara
Hilanglah semua perbedaan

Alhamdulillah wasyukurilah
Bersyukur padamu ya Allah
Bersujud kepada Allah
Bersyukur sepanjang waktu


Selasa, 30 Agustus 2011

PITA

Jam 23.00 kurang dikit waktu rumah aku, karena seharian tidur mulu jam segini aku belum bisa tidur nech, rumah rame secara besok adalah hari kemenangan umat Islam, kita mau rayain lebaran nech, cihuyyyyyyy (agak lebay bay). Seharian ini selain tidur aku juga buka tutup bb nech, surfing cerita fiksi jaman masa SMP dan SMA, cerita fiksi tentang percintaan yg paling aku suka, banyak dan berbagai macem ceritanya, buat aku juga pengen buat cerita fiksi nech, so aku putusin sebelum tidur tulis satu cerita fiksi.
Seperti ini critanya (sambil bertapa mikir cerita)

Dahulu kala, hidup seorang gadis cantik dan montok nan pintar di komplek perumahan tipe SS, dia adalah PITA. Dia seorang gadis yang sangat beruntung karena dia di kelilingi oleh orang - orang hebat nan luar biasa. Hidupnya sangat berwarna warni mulai dari keluarga, percintaan, sahabat dan segala rupa rupanya. PITA adalah major sebuar Firm dikampusnya nama firmnya adalah AUSI yang terdiri dari PITA as a major cewek bertubuh montok dengan tinggi 165 cm dan berat 62 kg, berambut panjang lurus hitam berkilau, a taurus, a selfish girl, dan dia paling pinter ngebisnisin semua yg didepan mata (paling parah mangga depan rumah ajah, dia bisnisin ke tengkulak mangga), selain PITA ada juga THATHA a Hindus, a glamour girl, a fancy girl and the most important she is a party lover, bagi dia ngak keren kalo hidup tanpa party tiap hari, she is a PENGANGGURAN FULL SUPPORT, ngak perlu mikir" tentang kerja duit udah ngalir bak air sungai yang mengalir tanpa henti. ARLY a cristian, a cute girl with long blonde hair, si kecil yg manis, hampir sama kaya ristha, hidup dia lebih indah dari temen _ temen yang lain, apa yg dia minta bagaikan sihiran, karena pasti dia dapet, party lover juga, hidup dia ngak jauh jauh dari bar and club. Ada juga LAY a youngest, a innocence girl but she have a big surprices, pecinta badak dan panda, ngak terlalu neko - neko, dan bakal hebring buat merawat wajah kalo jerawat udah mulai menampakkan dirinya. Dari ke empat cewek AUSI Pita yang paling hidup sederhana (bukan dia pengenin sech, tp keadaan yg memaksa dia) dia bukan seorang anak yang lahir dengan keadaan orang tua kaya raya, so dia harus berjuang kuat buat grow up dan hidup sederajat bersama mereka, tp dia bukan cewek yang suka memaksakan kehendeknya, dr pertama mereka membuat suatu firm, Pita memang yg dipilih jadi seorang major, karena diantara yang lain, Pita yang paling pinter bisnis dan mengelola keuangan, selain itu Pita juga seorang LEADER yang HUMBLE. Di tanggan Pita AUSI sukses terkenal di kampus dengan beberapa predikat, mulai dr kumpulan cewek kece, cewek hebring, cewek pecinta hidup independent and cewek semua golongan. Karena kita adalah firm yg bisa diajak berteman dengan kalangan atas hingga kere mlarat, semua kita rangkul bersama. Di akhir semester PITA yang lulus terlebih dahulu, karena memang dalam otak dia adalah lulus cepat agar tidak membebani hidup orang tua, dan bekerja untuk menjunjung martabat orang tua. Pita berhasil lulus di tahun 2009 dengan IPK 3.03 skala 2 tahun 8 bulan (Not bat lah) dan dia kini sudah bekerja di salah satu perusahaan swasta terkemuka di jogja. Seperti mimpinya hidupnya mulai menampakkan tanda tanda kenaikan derajat, karena gaji yang di dapat saat itu mampu untuk memenuhi kebutuhan dia dan sedikit membantu keluarga. Pita mempunyai jabatan yang cukup bagus, dia seorang Supervisor di kantor tersebut yang membawahi sekitar 30 karyawan. Setelah kurang lebih 1 tahun 6 bulan Pita bertemu dengan Hedi, cowok calm and low profile plus lumayan genius lha. Hedi seorang consultant bagi perusahaan dimana Pita bekerja, hubungan mereka cukup baik sebagai seorang teman, tapi setelah sekitar 5 bulan intens bbman mereka saling mempunyai rasa kagum satu sama lain. Menurut Pita, Hedi seorang cowok dewasa, family lover, tapi sedikit meye meye alias kurang power. Tapi ini mungkin yang dinamakan dengan jangan membenci seseorang terlalu dalam contoh Pita paling benci seorang laki laki yang kurang berpower, meye meye dan gapuk (dalam bahasa insonesia rapuh) tapi semenjak Pita kenal dengan Hedi, she merasa kemakan dengan omongan sendiri, karena Pita seperti terhipnotis dengan meye meye sikat Hedi. Dan setelah 5 bulan menjalin hubungan sebagai teman, Hedi memberanikan diri untuk mengutarasakan isi hatinya, He mengatakan kepada Pita kalou dia merasa nyaman, suka, sayang dan cinta kepada Pita, dan ini adalah kabar yg cukup mencengangkan bagi Pita. Tak bisa berkata, dalam hati Pita memang mengagumi sosok Hedi, tp she tidak pernah menyangka kalau Hedi bakal menembak she. Saat itu yang ada dalam pikiran Pita hanya satu "DIA INGIN MENGATAKAN IYA AKU MENERIMA MU" tapi mulutnya seperti di bekap dengan kain panjang hingga she tak bisa mengungkapkan hal tersebut. Maka she putuskan untuk tidak menjawabnya, Pita memilih menghindar karena menurut Pita, Hedi terlalu baik buat she. Dan keluarga mereka sangat Jet-Lag, Pita lahir dari keluarga biasa - biasa saja, dan cukup. Sedang Hedi, besar dr keluarga berada dan ningrat. Pita tidak ingin bila nanti Hedi jadi pacar Pita, she merasa awkward dengan Hedi. Tapi cinta tetaplah cinta, Pita ngak bisa menyembunyikan rasa itu karena memang Pita benar" mencintai Hedi, maka she putuskan untuk memulai masuk dalam kehidupan Hedi. Slama kurang lebih 1 minggu hubungan mereka berjalan, Pita merasa ketenangan bila di dekat Hedi, sepertinya she mulai menikamati masa masa bersama Hedi. Tapi karena di dasari dari rasa sungkan, kadang terlintas dalam benak Pita untuk mengakhiri hubungan ini, Pita tidak ingin bila nanti mereka menuju ke Jenjang pernikahan, keluarga Hedi tidak bisa menerima keluarga Pita yang notabennya orang yang biasa biasa saja yang tinggak di komplek perumahan SS dan ayah Pita yg bekerja serabutan dan ibu Pita yg seorang ibu rumah tangga biasa, dan mereka berduka tidak tamat dr SMA karena memutuskan untuk menikah Dini. Dan kini rasa resah itu tak habis habisnya menghantui Pita, She harus terbangun setiap jam 2 pagi karena hal ini. Di satu sisi Pita sangat mencintai Hedi di satu sisi Pita sangat mencintai keluarganya dan tidak ingin keluarga hatinya tersakiti karena perkataan tidak enak atau singkat kata Pita tidak ingin keluarganya di Hina oleh atau di rendahkan oleh keluarga Hedi. Dan kini Pita dilema antara melanjutkan hubungannya dengan Hedi atau memilih keluarga yang she Cintai.
To be continue .....

Senin, 29 Agustus 2011

Green Street Elite a.k.a GSE

Green Street is a 2005 British/American independent drama film about football hooliganism in England. It was directed by Lexi Alexander and stars Elijah Wood and Charlie Hunnam. In the United States and Australia, the film is called Green Street Hooligans, while in the United Kingdom it has the title Green Street after initially being called Hooligans. In other countries, it is called Football Hooligans or just Hooligans. In the film, an American college student (Matt Buckner — played by Elijah Wood) falls in with a violent West Ham football firm (the Green Street Elite) run by his brother-in-law and is morally transformed by their commitment to each other. The story and screenplay were developed by former hooligan turned author Dougie Brimson.

Throughout the film, the Green Street Elite fight other "firms" such as Tottenham Hotspur's Yid Army, Birmingham City's Zulus, Manchester United's Red Army and Millwall's Bushwackers.

A sequel called Green Street 2: Stand Your Ground, was released straight-to-video in 2009.

Plot

Matt Buckner (Elijah Wood) is thrown off his journalism course at Harvard University after cocaine is discovered in his room. However, the cocaine belongs to Jeremy Van Holden (Terence Jay), his roommate. Buckner is afraid to speak up because the Van Holdens are a powerful family, and Jeremy pays him $10,000 for taking the fall. Matt moves to the United Kingdom to live with his sister Shannon (Claire Forlani), her husband Steve Dunham (Marc Warren) and their young son, Ben (James Allison). There, Matt meets Steve's brother, Pete (Charlie Hunnam), a loud and thuggish Cockney who runs a local football hooligan firm - a group of football supporters that arranges fights after matches - and teaches at a local school. Steve asks Pete to take Matt to a football match between West Ham United and Birmingham City, though Pete reluctant to take a "Yank" to a football match, because of the xenophobic nature of his friends. He is persuaded only because Steve will give Matt money. After defeating Matt in a fight, Pete decides to take Matt to the football match, thinking the yank might learn a thing or two.

Matt meets Pete's friends and his firm in the Abbey, their local pub. The hooligans all befriend Matt, with the exception of Pete's right-hand man, Bovver (Leo Gregory). After a few pints of lager, they head to Upton Park for the match. After the match, Pete, Bovver, and the other firm members agree to go and fight some Birmingham fans, but Matt decides that it is not for him and tells Pete he is going to take the train home. On his way back to the underground, Matt is jumped by three Birmingham fans, who nearly give him a 'Chelsea Grin', but he is rescued by some GSE members, who are on their way to a larger fight. Though grossly outnumbered, the GSE manage to hold their ground until reinforcements chase off the Birmingham firm. Matt does well in his first true fight and is inducted into the GSE. After a row with Steve, Matt moves in with Pete, and the two exchange stories. The GSE firm then head to an away game against Manchester United. Matt was not meant to come but ends up sneaking onto the train. Whilst on the train they are pre-warned that 40 Manchester United firm members are waiting for them at the station. Bovver hits the emergency stop button which allows the GSE to get off at an earlier stop (Macclesfield). Having failed to find a taxi, they persuade a van driver to take them into Manchester. Matt sits in the front of the van with the driver; the rest of the GSE are in the rear. As the van approaches the Man Utd. fans, Matt tells them that they are moving equipment for a Hugh Grant film, so the fans let them through. When past them, he stops the van, opens up the back, and the GSE charge out to attack the Man U firm members. They win the fight and run away singing "There's your famous GSE!" It is soon revealed to Matt that the GSE's sworn enemy is Millwall's firm, led by Tommy Hatcher (Geoff Bell), with whom Bovver makes negotiations after getting jealous of Matt. After one of the members of the firm see Matt meeting his father, a renowned journalist for The Times, for lunch, they assume Matt is a "journo" as well. Bovver informs Pete of this, and, when Steve finds out, he goes to the Abbey to warn Matt. Matt finds out that Steve used to be "The Major" of the GSE but quit following a match against Millwall, to which Tommy Hatcher brought along his 12-year-old son. The boy was killed in the ensuing fight by members of the GSE, causing Tommy Hatcher to "lose it," blaming Steve and the GSE for his son's death. After witnessing this unfortunate tragedy, Steve left football hooliganism for good.

At that moment, Bovver arrives, and there is a big argument in the Abbey, in which Bovver comes out humiliated. Infuriated, he goes to Millwall's local and asks Tommy Hatcher to ambush GSE at the Abbey. Initially reluctant, Tommy Hatcher agrees upon learning that Steve Dunham is there. The Millwall firm crash the Abbey, and petrol bomb the bar. Upon arriving, Tommy Hatcher confronts Steve. Steve's attempt to convince Tommy Hatcher that he is no longer involved in the GSE only further reminds Hatcher of his son, and he stabs Steve in the neck with a broken bottle, telling him "If you die tonight, you and me are even." Bovver, who had been knocked out by Tommy Hatcher, comes round just in time to help Steve. At the hospital, Pete blasts Bovver for his betrayal. In the aftermath, the two firms meet near the Millennium Dome for an all-out brawl. Matt and Bovver show up to fight for the GSE, but during the fight, Matt's sister, Shannon, turns up with their son, and are attacked by a Millwall hooligan. Matt and Bovver come to their rescue. Pete notices that Tommy Hatcher is approaching the car, and distracts Tommy by taunting him to "finish him off." When Tommy Hatcher declares to have finished with him, Pete then retorts that Tommy Hatcher was to blame for his son's death, having failed to protect him ("He was your SON!"). Tommy Hatcher, driven to insanity, attacks and kills Pete, all the while shouting out a variation of the words to the chant 'Only a poor little Hammer,' using it as an analogy for Pete's condition. The fight completely halts at this point, and Hatcher is eventually pulled off Pete by some of his friends as he breaks down in tears. Everyone on both sides gathers around Pete's dead body in shock, with Bovver sobbing at his side.

Matt returns to the United States and confronts Jeremy Van Holden in a restaurant toilet, where Jeremy is snorting cocaine. Jeremy arrogantly tells Matt to leave during a brief discussion in which he admits to his identity as the cocaine stash's true owner. Matt then pulls out a tape recorder and plays back what Jeremy just said, saying that it is his "ticket back to Harvard." Jeremy lunges at him to try and get the tape, but Matt casually reverses the attack and raises his fist as if to punch Jeremy. He does not do so, instead walking out with a smile as Jeremy collapses to the floor, defeated. The film ends with Matt walking down the street outside the restaurant singing "I'm Forever Blowing Bubbles."

Cast

Elijah Wood as Matt Buckner

Charlie Hunnam as Pete Dunham

Leo Gregory as Bovver

Claire Forlani as Shannon Buckner Dunham

Marc Warren as Steve Dunham

Ross McCall as Dave

Rafe Spall as Swill

Kieran Bew as Ike

Joshua Kennedy as Lad

Richard Harden as Bar Tender

Sicamore Sampson as Regi

Timothé Bosch as Jimmy

Papple Jammers as Firefighter

Geoff Bell as Tommy Hatcher

James Allison as Ben Dunham

Terence Jay as Jeremy Van Holden

Scott Christie as Millwall Lad/Ricky

Joel Beckett as Terry

Tom Vloothuis as Firm Member

Daniel Smith as Firm Member

Brandon Devine as Firm Member

Mason Jones as Bartender

Carter Clements as Jeremey Chappele

Ryan Monheim as Running Guy

Steve Banks as Himself

Chevon Eastwood as herself

John Delis as himsel

(Support by Wikipedia)

Selasa, 23 Agustus 2011

Berjuang untuk mimpiku

Aku seorang pemimpi, dan kini aku harus terseok seok untuk mengejar mimpiku, 2 dijam 20.00 dan 20.15 cukup tersentak, tapi aku harus mengejarnya. Ambisius dan harus, aku tidak ingin tidak tepat waktu. Aku ingin segera menyelesaikannya. Aku ingin segera mengepakkan sayap kebesaranku. Aku harus berjuang untuk mimpiku walau aku harus berdarah, lelah, tapi aku HARUS. 
Aku ingin membuat mereka milhat ku sebagai seorang yang BISA dan MAMPU, sekali lagi aku haus akan mimpi. Kurang 2 lagi, bila ini sudah selesai berarti perangku tinggal 1 lagi, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, aku ingin hari itu cepat berlalu agar satu gelar ini cepat aku gapai. Tak sabar aku ingin menggapai masadepanku. Bantu aku Allah, bantu aku agar aku dapat menggapai mimpiku. Tak sabar aku menunggu 10 September 2011